Apa itu Bridging Loan?

Bridging loan adalah pinjaman jangka pendek yang digunakan seseorang atau perusahaan sampai bisa mendapatkan pembiayaan secara permanen atau menghapus kewajiban yang ada. Jenis pinjaman ini bersifat jangka pendek, biasanya hanya satu tahun, memiliki suku bunga yang relatif lebih tinggi dan biasanya didukung oleh beberapa bentuk jaminan, seperti real estate atau inventaris.

Bridging-loan

Selain itu, bridging loan juga dikenal sebagai pembiayaan sementara, pembiayaan kesenjangan serta pinjaman ayunan. Mengapa begitu? Karena bridging loan dapat menjembatani kesenjangan pada saat pembiayaan memang sedang diperlukan, tetapi belum tersedia.

Perlu diketahui, bridging loan memberikan arus kas secara langsung, tetapi datang dengan suku bunga yang tinggi dan biasanya membutuhkan jaminan.

Bagaimana Cara Bisnis Memanfaatkan Bridging Loan?

Bisnis beralih ke bridging loan biasanya ketika sedang menunggu pembiayaan jangka panjang dan mereka membutuhkan uang untuk menutup semua biaya sementara waktu.

Misalnya saja ada sebuah perusahaan yang melakukan putaran pendanaan ekuitas yang diharapkan akan ditutup dalam enam bulan kedepan. Dengan begitu, maka perusahaan bisa memilih untuk menggunakan bridging loan agar dapat menyediakan modal kerja untuk menutupi penggajian, sewa, utilitas, biaya persediaan, serta biaya yang lainnya sampai perputaran pendanaan telah dilalui.

Pinjaman bridging biasanya ditawarkan dengan tenor antara 1-18 bulan, dengan cara membayar penuh pada akhir jangka waktu pembayaran. Tidak seperti bentuk pinjaman yang lainnya, bunga bulanan sering dimasukkan ke dalam pinjaman, artinya tidak ada pembayaran yang dilakukan selama masih dalam jangka waktu pinjaman.

Selain itu, bridging finance juga dapat ditawarkan terhadap semua properti atau tanah serta dapat digunakan untuk sejumlah alasan yang berbeda. Kegunaan utamanya bridging loan antara lain:

  • Membeli properti dengan cepat, seperti pembelian lelang dan sebagainya.
  • Membeli properti yang tidak layak huni.
  • Mendanai pemulihan properti ataupun pekerjaan konversi.
  • Mencegah kepemilikan kembali.
  • Membeli properti yang berada di bawah nilai pasar.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memutuskan Untuk Mengambil Bridging Loan

Sebelum Kamu memutuskan untuk megambil bridging loan, Kamu harus mempertimbangkan terlebih dahulu beberapa hal di bawah ini:

  • Selalu Pertimbangkan Biaya Total atau Keseluruhan.
  • Saat membandingkan produk dari penyedia layanan pinjaman yang berbeda, selalu pertimbangkan jumlah total biaya pinjaman, bukan hanya sebatas tingkat bunga saja. Orang sering mengejar suku bunga yang paling terendah, tetapi banyak pemberi pinjaman akan membebankan biaya pengeluaran yang besar, biaya pengelolaan dana serta biaya 'tersembunyi' yang lainnya.
  • Selalu meminta rincian jumlah total biaya untuk mengambil pinjaman sebelum Kamu melanjutkannya, karena hal ini akan memudahkan untuk membandingkan dengan penyedia layanan yang berbeda.

Kelayakan Metode Pembayaran Bridging Loan

Bahaya utama pada saat akan mengambil pinjaman bridging loan adalah Kamu tidak akan dapat membayar kembali pinjaman pada akhir jangka waktu. Selalu pertimbangkan terlebih dahulu bagaimana pinjaman akan dilunasi dimuka dan pastikan keluar yang diusulkan layak.

Jika Kamu berencana untuk menjual properti Kamu, maka pastikan terlebih dahulu jika jangka waktu pinjaman memberikan Kamu cukup waktu untuk menemukan pembeli dan menyelesaikan penjualan. Jika Kamu memang terpaksa mengejar penjualan cepat, maka Kamu bisa menerima jauh lebih sedikit untuk properti Kamu daripada yang Kamu harapkan.