Jika kita berbicara mengenai pinjaman memang tidak akan ada habisnya. Bagaimanapun juga, kebanyakan orang meminjam untuk memenuhi semua keperluan jangka panjang atau jangka pendek sekaligus memutar modal kerja mereka. Karena sebenarnya kebutuhan manusia untuk meminjam ini, setiap bank dan institusi keuangan yang memberikan pinjaman untuk berbagai keperluan seperti membeli mobil, motor, dan sebagainya.

back-to-back-loan

Pada artikel kali ini Kami akan membahas mengenai salah satu jenis pinjaman yang mungkin kita jarang ketahui, yaitu back to back loan. Hanya sedikit orang yang mengetahui dan mengerti tentang istilah back to back loan mungkin disebabkan karena tidak banyak orang yang menggunakannya dan lembaga keuangan juga masih jarang yang menyediakan layanan pinjaman yang satu ini. Padahal, back to back loan juga merupakan salah satu jenis pinjaman yang cocok untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat

Apa itu Back To Back Loan?

Back to back loan adalah pinjaman yang menjaminkan aset liquid yang berbunga seperti uang kas, deposito, obligasi, atau surat berharga yang lainnya. Bunga pinjaman back to back loan ini sangat kecil, karena selisih dari bunga kredit umum dan bunga aset berharga yang dijadikan jaminan. Misalnya saja bunga aset berharga per bulan sekitar Rp 1.000.000,- dan bunga kredit umum sebesar Rp 1.500.000,-; maka bunga back-to-back loan adalah selisihnya yaitu Rp 500.000,-.

Seperti apa gambaran back to back loan yang unik dan langka ini? Mari kita simak ulasan selengkapnya di bawah ini:

Jenis dan Tujuan Back To Back Loan

Seperti yang telah disebutkan pada ulasan yang ada diatas, back to back loan ini unik karena pada umumnya hanya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan jangka pendek dan dalam jumlah pembelian yang kecil saja. Walaupun ada juga pinjaman back to back loan yang bertujuan untuk jangka panjang dan masa pencairan yang lebih panjang juga. Adapun jenis back to back loan yang Kami ketahui ini mencakup pinjaman untuk berbelanja kebutuhan setiap hari, pinjaman untuk “kekayaan personal”, dan pinjaman modal usaha.

  • Jenis pertama yaitu pinjaman untuk berbelanja kebutuhan setiap hari, back to back loan ini lebih cocok untuk mereka yang telah memasukkan beberapa barang ke supermarket, toko, hypermarket, dan sebagainya dalam wishlist mereka dan sudah yakin barang tersebut akan tetap terjual dalam jangka panjang. Karena pinjaman untuk berbelanja ini membutuhkan waktu pencairan yang cepat, maka jaminannya juga biasanya berupa tabungan atau deposito nominal kecil yang akan ditahan selama beberapa waktu. Bunga yang dikenakan adalah selisih dari bunga pinjaman dan bunga tabungan atau disebut juga deposito.
  • Jenis kedua yaitu pinjaman untuk “kekayaan personal”. Jenis pinjaman back-to-back loan yang hampir mirip dengan saham atau reksadana. Bedanya, pihak pemberi pinjaman yang menaruh uang pada portofolio saham dari sebuah usaha, yang kemudian nantinya akan disesuaikan dengan tingkat toleransi risiko serta kesanggupan membayar kembali dari nasabahnya. Dalam hal jaminan, untuk jenis pinjaman yang satu ini membutuhkan aset yang telah dimiliki nasabah seperti contohnya obligasi.
  • Jenis ketiga yaitu pinjaman yang serupa dengan modal usaha. Back to back loan yang diperuntukkan bagi wirausaha yang masih berusia muda. Jika dibandingkan dengan kredit modal usaha pada umumnya, pinjaman back to back loan untuk usaha yang satu ini hanya diberikan bagi mereka yang berjiwa kreatif dalam mengelola usahanya. Pinjaman jenis ini biasanya memerlukan jaminan berupa deposito dalam jumlah tertentu, obligasi, dan sebagainya.

Keunggulan Kompetitif Back To Back Loan

Sebagai salah satu jenis pinjaman yang unik, pinjaman back to back loan ini memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang berbeda jika dibandingkan dengan keunggulan jenis pinjaman yang lainnya.
Pertama, pinjaman yang juga dikenal sebagai “pinjaman berantai” ini memiliki tingkat suku bunga yang relatif sangat kecil.
Kedua, pinjaman back to back ini memiliki batas maksimal pinjaman yang lebih tinggi.

Tingkat suku bunga yang sangat kecil membuat pinjaman back to back loan menjadi salah satu produk perbankan yang paling menarik bagi para nasabahnya. Berdasarkan yang telah Kami ketahui, pada umumnya pinjaman back to back loan ini memiliki tingkat suku bunga sekitar 1-2% atau kurang dari 4%. Belum lagi, selisih antar tingkat suku bunga deposito dengan tingkat suku bunga pinjaman biasanya lebih tipis, sehingga total biaya bunga yang harus dibayarkan dengan angsuran pinjaman back to back loan menjadi lebih hemat.

Batas maksimal pinjaman back to back loan paling kecil adalah 90% dari total nilai jaminan, tergantung dari kebijakan setiap bank itu sendiri. Misalnya saja Bank Bukopin menawarkan pinjaman back to back loan dengan batas maksimum 95% dari total nilai jaminan (berupa deposito), sementara CIMB Niaga sendiri menawarkan pembiayaan 100% dari nilai jaminan.

Persyaratan Pinjaman Back To Back Loan

Dalam banyak artikel yang sebelumnya, kita sudah mengetahui semua pemberi pinjaman akan memberikan syarat usia dan pendapatan tertentu serta melampirkan bukti keuangan dan identitas yang relevan dengan data yang kita sampaikan pada saat akan apply pinjaman. Namun, mengingat pinjaman back to back loan adalah jenis pinjaman yang unik, maka persyaratannya juga bisa di bilang unik.

Pada dasarnya, pinjaman back to back loan adalah pinjaman yang secara aktif melibatkan pihak ketiga yang disebut juga dengan “angel investor” sebagai penjamin keuangan, karenanya untuk dapat meminjam uang dengan back to back loan, seseorang juga harus memiliki angel investor yang sanggup membayar kembali pinjaman yang telah diberikan pihak bank. Dengan kata lain, gaji atau pendapatan pemohon pinjaman sendiri tidak cukup untuk menjadi syarat tunggal pada saat mengajukan pinjaman back to back loan.

Selain itu, syarat lainnya yang juga harus diperhatikan oleh pihak pengaju pinjaman back to back loan yaitu memiliki dana mengendap yang cukup, baik dalam tabungannya sendiri atau pihak ketiga yang dilibatkan dalam pinjaman back to back loan. Definisi “mengendap” adalah tidak kurang dan tidak sama persis atau lebih sedikit dari jumlah yang akan dipinjam. Misalnya saja jika seseorang ingin meminjam dana sebesar Rp 20 juta rupiah, maka dana yang mengendap setidaknya harus sekitar Rp 17 juta rupiah.

Hal yang Perlu Diperhatikan Dari Pinjaman Back To Back Loan

Tidak ada hal yang sempurna di dunia yang fana ini, termasuk pinjaman back to back loan. Seperti halnya kartu kredit yang rawan terhadap berbagai kejahatan, pinjaman back to back loan yang ada kaitannya dengan saham dan investor juga dapat menjadi salah satu jenis pinjaman yang rawan kejahatan, lho.

Kita tentu sering mendengar mengenai istilah 'investasi bodong'. Nah, kejahatan pada pinjaman back to back loan (khususnya pinjaman yang melibatkan saham, obligasi, dan sejenisnya) juga serupa dengan investasi bodong dalam hal memberlakukan “biaya siluman” yang tidak akan pernah ada dan mengaku bekerja sama dengan pihak bank yang memang benar ada untuk mengelabui korbannya.

Perlu kamu ketahui juga, sekalipun pinjaman back to back loan ini melibatkan “angel investor” sebagai pihak ketiga yang aktif, pinjaman back to back loan juga sebenarnya tidak pernah membebankan biaya penghubung. Jangan sampai Kamu tertipu dengan pihak yang mengaku sebagai penjamin keuangan, namun ternyata malah meminta bayaran di depan dan menghilang begitu saja sesudah pinjaman akan diproses atau menuju acc. Selain itu, jaminan uang kas yang benar yaitu di Bank Indonesia, bukan berbagai bank seperti BCA, Mandiri, BNI, dan sebagainya.

Kesimpulan

Dari keempat poin yang ada di atas, paling tidak sekarang kita telah mengetahui faktor penting terkait pinjaman back to back loan yang merupakan “barang langka”. Sebatas untuk informasi tambahan, hanya bank yang dapat memberikan jenis pinjaman yang satu ini, maka jangan lagi kita disesatkan oleh oknum non perbankan yang mengatakan jika mereka dapat memberikan pinjaman back to back loan.